Bekerja merupakan prioritas utama yang wajib dibanggakan. Bagaimana tidak, setiap berkumpul dengan keluarga saja misalkan, terkadang juga ada salah satu anggota keluarga yang bertanya, "Kamu kerja dimana ?" atau "Gaji kamu berapa ?". Nah kan kalau bekerja di tempat hebat jadi enggak ragu jawabnya. Nah kalau di bawah standart ? Mungkin ragu - ragu masih menganjal di hati. Namun apapun pekerjaan yang Halal, kita mesti wajib untuk berbangga juga.
Mungkin suatu hari nanti kita dilemma dengan pilihan pekerjaan yang sama - sama menguntungkannya, misalkan saja bekerja di Google dan Kaskus Indonesia (Atau Startup Indonesia lainnya), yang manakah yang akan kamu pilih ? Keduanya ? Mana mungkin.
Kalau saya mengalami hal yang demikian, saya akan memilih Google. Mengapa ? Sebab Google memiiki keunggulan yang lebih dari Startup di Indonesia. Ilmu yang saya dapat di luar negeri itu bisa diimplementasikan di Indonesia dengan Sumber Daya Alam & Sumber Daya Manusia yang ada. Jadi intinya sih saya mencari pengalaman terlebih dahulu. Kalau memang saya cupu banget pas ada disana, yah saya beradaptasi dengan pengajaran dan bidang kerja saya disana.
Meskipun hanya beberapa bulan ataupun tahun, pengalaman menarik tidak akan pernah dilupakan di hidup seseorang. Hal ini bisa jadi kebanggan tersendiri baik untuk anak kita maupun keluarga kita sendiri.
Nah bagaimana dengan kamu ?
Saya akan memberikan beberapa pendapat yang mana bisa kamu jadikan sebagai referensi mengapa saya harus pilih yang ini.
1. Apa bagian terburuk bekerja di Google ?
Hal buruk bekerja di Google adalah kamu harus beradaptasi. Google punya banyak sekali produk baik yang berkembang pesat maupun produknya yang gagal. Kamu sudah tentu harus siap untuk ditempatkan di bidang mana nantinya. Tidak tahu apakah produk tersebut gagal apakah malah makin berkembang. Siap enggak siap harus siap.
Salah satu paragraf yang diungkapkan oleh salah satu pekerja di Google (Mungkin sekarang masih kerja) mengatakan yang artinya itu begini :
"Hal yang paling membuat frustrasi tentang bekerja di Google adalah bahwa segala sesuatu memiliki skala pada saat peluncuran. Anda tidak memiliki kesempatan dan tidak ada ruang untuk percobaan. Berikut ini adalah contoh: Facebook diluncurkan pertama kali di Harvard dan kemudian perlahan-lahan tumbuh satu universitas atau tiga sekaligus sebelum membuka kepada publik. Orkut tidak seperti mewah. Akibatnya, Orkut punya masalah skalabilitas hampir dari satu hari. Banyak produk yang diadakan kembali untuk pekerjaan tersebut, dan itu ok jika produk ternyata sangat populer, tapi frustrasi jika akhirnya menjadi flop dan semua yang bekerja ekstra adalah untuk apa-apa dan Anda bisa memiliki "gagal cepat" dan menjadi pada iterasi lain jika Anda berada di sebuah startup independen bukan bekerja untuk raksasa seperti Google."
Nah benar kan kata saya tadi, bahwa kita harus benar - benar siap. Apapun yang akan terjadi nantinya kita harus siap menghadapi resikonya. Misalkan saja kita sudah dipecat dari Google, dan bukankah hal ini juga akan mendownkan mental kita sendiri ? Karena kita sudah berada di atas dan dijatuhkan sampai ke bawah. Yakinkah kita siap menghadapi hal tersebut ?
2. Kecintaan terhadap Indonesia ?
Indonesia memiliki beragam Startup yang sedang berkembang pesat di era sekarang ini. Contohnya saja, Bukalapak, Gojek, Kaskus Indonesia, Tukang.id, dll. Kamu bisa jadi developer yang bekerja di baliknya. Menuliskan barisan kode sebagai bukti kecintaan kita terhadap Indonesia. Meneteskan keringat sebagai saksi bahwa kita juga pernah berjuang sebagai pahlawan, bukan hanya sebagai pembenci aksi politik yang menggila. Baca selengkapnya Saya benci seseorang, bisakah saya membencinya juga ? juga.
Selain itu, di Indonesia juga kita bisa membangun sendiri Startup untuk mencapai tujuan bangsa ini. Membangun perekonomian dan pembangunan di Indonesia agar lebih cepat adalah salah satunya.
"Jangan tanya apa yang negara berikan kepadamu, tapi apa yang bisa kamu berikan untuk negara kamu!" - John Kennedy mengatakan hal yang benar. Tetapi apakah kita bisa mewujudkan kebenaran itu ?
3. Bekerja di Google demi Indonesia bukankah sama saja ?
Tidak sama. Tujuan pertama memang terkadang untuk Indonesia. Namun tujuannya kadang bisa berubah sejalan waktu hanya untuk keuntungan pribadi. Untuk mencari pengalaman pribadi semata.
Jadi, intinya adalah mantabkan niat kamu terlebih dahulu. Bekerja di Google bukan hanya sekedar mencari uang, tapi ilmu untuk diimplementasikan di Indonesia. Indonesia juga perlu berkembang, bukan perut kamu aja yang harus dikembangin. Nah, setelah niatnya mantab, berdoa demi Indonesia dan berkarya di Google untuk mengharumkan nama Indonesia.
"Eh dia darimana tuh kok hebat amat ?"
"Indonesia itu."
"Wah keren developer Indonesia."
Nah kalau gini kan bisa membanggakan diri sendiri sekaligus juga membanggakan negara Indonesia secara umum. Bukan hanya di bidang akademis saja Indonesia perlu dibanggakan. Tapi yah bisa juga dong di non akademis. Misalkan saja di bidang Teknologi. Indonesia juga patut bangga punya developer hebat seperti kamu.
4. Jadi saya harus kemana ?
Hitung kompensasi yang akan didapatkan. Maksudnya adalah kerugian atau keuntungannya kamu memilih pilihan tersebut. Diskusikan dengan keluarga ataupun teman terdekat kamu. Biasanya merekalah yang paling mengerti kamu dibandingkan dengan diri kamu sendiri.
Karena merekalah yang biasanya memperhatikan sikap dan tingkah laku kamu. Jadi mintalah pendapat kepada mereka. Kumpulkan dari banyak orang jangan hanya 1 orang saja yang kamu tanyain.
Kalau masih bingung juga, tanyakan mentor atau guru kamu. Mereka biasanya juga yang berpengalaman. Lebih tahu banyak permasalahan yang sedang menimpa kamu dan permasalahan yang lain. Guru adalah pengalaman terbaik. Mereka pun akan memberi alasan mengapa kamu pilih ini dan mengapa tidak pilih itu.
Jadi, bagaimana, sudah memutuskan mau bekerja dimana ?



