0823-3102-0093

Surabaya, Jawa Timur, Indonesia

Saya juga seorang web developer loh!

Saturday, September 17, 2016

Ada kesempatan bekerja di Google dan di Indonesia, pilih yang mana ?

Bekerja merupakan prioritas utama yang wajib dibanggakan. Bagaimana tidak, setiap berkumpul dengan keluarga saja misalkan, terkadang juga ada salah satu anggota keluarga yang bertanya, "Kamu kerja dimana ?" atau "Gaji kamu berapa ?". Nah kan kalau bekerja di tempat hebat jadi enggak ragu jawabnya. Nah kalau di bawah standart ? Mungkin ragu - ragu masih menganjal di hati. Namun apapun pekerjaan yang Halal, kita mesti wajib untuk berbangga juga.

Mungkin suatu hari nanti kita dilemma dengan pilihan pekerjaan yang sama - sama menguntungkannya, misalkan saja bekerja di Google dan Kaskus Indonesia (Atau Startup Indonesia lainnya), yang manakah yang akan kamu pilih ? Keduanya ? Mana mungkin.



Kalau saya mengalami hal yang demikian, saya akan memilih Google. Mengapa ? Sebab Google memiiki keunggulan yang lebih dari Startup di Indonesia. Ilmu yang saya dapat di luar negeri itu bisa diimplementasikan di Indonesia dengan Sumber Daya Alam & Sumber Daya Manusia yang ada. Jadi intinya sih saya mencari pengalaman terlebih dahulu. Kalau memang saya cupu banget pas ada disana, yah saya beradaptasi dengan pengajaran dan bidang kerja saya disana.

Meskipun hanya beberapa bulan ataupun tahun, pengalaman menarik tidak akan pernah dilupakan di hidup seseorang. Hal ini bisa jadi kebanggan tersendiri baik untuk anak kita maupun keluarga kita sendiri.

Nah bagaimana dengan kamu ?

Saya akan memberikan beberapa pendapat yang mana bisa kamu jadikan sebagai referensi mengapa saya harus pilih yang ini.

1. Apa bagian terburuk bekerja di Google ?

Hal buruk bekerja di Google adalah kamu harus beradaptasi. Google punya banyak sekali produk baik yang berkembang pesat maupun produknya yang gagal. Kamu sudah tentu harus siap untuk ditempatkan di bidang mana nantinya. Tidak tahu apakah produk tersebut gagal apakah malah makin berkembang. Siap enggak siap harus siap.

Salah satu paragraf yang diungkapkan oleh salah satu pekerja di Google (Mungkin sekarang masih kerja) mengatakan yang artinya itu begini :

"Hal yang paling membuat frustrasi tentang bekerja di Google adalah bahwa segala sesuatu memiliki skala pada saat peluncuran. Anda tidak memiliki kesempatan dan tidak ada ruang untuk percobaan. Berikut ini adalah contoh: Facebook diluncurkan pertama kali di Harvard dan kemudian perlahan-lahan tumbuh satu universitas atau tiga sekaligus sebelum membuka kepada publik. Orkut tidak seperti mewah. Akibatnya, Orkut punya masalah skalabilitas hampir dari satu hari. Banyak produk yang diadakan kembali untuk pekerjaan tersebut, dan itu ok jika produk ternyata sangat populer, tapi frustrasi jika akhirnya menjadi flop dan semua yang bekerja ekstra adalah untuk apa-apa dan Anda bisa memiliki "gagal cepat" dan menjadi pada iterasi lain jika Anda berada di sebuah startup independen bukan bekerja untuk raksasa seperti Google."

Nah benar kan kata saya tadi, bahwa kita harus benar - benar siap. Apapun yang akan terjadi nantinya kita harus siap menghadapi resikonya. Misalkan saja kita sudah dipecat dari Google, dan bukankah hal ini juga akan mendownkan mental kita sendiri ? Karena kita sudah berada di atas dan dijatuhkan sampai ke bawah. Yakinkah kita siap menghadapi hal tersebut ?

2. Kecintaan terhadap Indonesia ?

Indonesia memiliki beragam Startup yang sedang berkembang pesat di era sekarang ini. Contohnya saja, Bukalapak, Gojek, Kaskus Indonesia, Tukang.id, dll. Kamu bisa jadi developer yang bekerja di baliknya. Menuliskan barisan kode sebagai bukti kecintaan kita terhadap Indonesia. Meneteskan keringat sebagai saksi bahwa kita juga pernah berjuang sebagai pahlawan, bukan hanya sebagai pembenci aksi politik yang menggila. Baca selengkapnya Saya benci seseorang, bisakah saya membencinya juga ? juga.

Selain itu, di Indonesia juga kita bisa membangun sendiri Startup untuk mencapai tujuan bangsa ini. Membangun perekonomian dan pembangunan di Indonesia agar lebih cepat adalah salah satunya.

"Jangan tanya apa yang negara berikan kepadamu, tapi apa yang bisa kamu berikan untuk negara kamu!" - John Kennedy mengatakan hal yang benar. Tetapi apakah kita bisa mewujudkan kebenaran itu ?

3. Bekerja di Google demi Indonesia bukankah sama saja ?

Tidak sama. Tujuan pertama memang terkadang untuk Indonesia. Namun tujuannya kadang bisa berubah sejalan waktu hanya untuk keuntungan pribadi. Untuk mencari pengalaman pribadi semata.

Jadi, intinya adalah mantabkan niat kamu terlebih dahulu. Bekerja di Google bukan hanya sekedar mencari uang, tapi ilmu untuk diimplementasikan di Indonesia. Indonesia juga perlu berkembang, bukan perut kamu aja yang harus dikembangin. Nah, setelah niatnya mantab, berdoa demi Indonesia dan berkarya di Google untuk mengharumkan nama Indonesia.

"Eh dia darimana tuh kok hebat amat ?"

"Indonesia itu."

"Wah keren developer Indonesia."

Nah kalau gini kan bisa membanggakan diri sendiri sekaligus juga membanggakan negara Indonesia secara umum. Bukan hanya di bidang akademis saja Indonesia perlu dibanggakan. Tapi yah bisa juga dong di non akademis. Misalkan saja di bidang Teknologi. Indonesia juga patut bangga punya developer hebat seperti kamu.

4. Jadi saya harus kemana ?

Hitung kompensasi yang akan didapatkan. Maksudnya adalah kerugian atau keuntungannya kamu memilih pilihan tersebut. Diskusikan dengan keluarga ataupun teman terdekat kamu. Biasanya merekalah yang paling mengerti kamu dibandingkan dengan diri kamu sendiri.

Karena merekalah yang biasanya memperhatikan sikap dan tingkah laku kamu. Jadi mintalah pendapat kepada mereka. Kumpulkan dari banyak orang jangan hanya 1 orang saja yang kamu tanyain.

Kalau masih bingung juga, tanyakan mentor atau guru kamu. Mereka biasanya juga yang berpengalaman. Lebih tahu banyak permasalahan yang sedang menimpa kamu dan permasalahan yang lain. Guru adalah pengalaman terbaik. Mereka pun akan memberi alasan mengapa kamu pilih ini dan mengapa tidak pilih itu.

Jadi, bagaimana, sudah memutuskan mau bekerja dimana ?

Saya benci seseorang, bisakah saya membencinya juga ?

Kata orang dahulu, membenci seseorang yang membenci Anda, maka Anda sama saja seperti mereka. Nah kalau saya mah setuju dengan kutipan orang dahulu tersebut. Sebab, kalau sama - sama jadi seorang pembenci, maka Anda disebut apa juga dong ? Pembenci juga kan ?

Kalau Anda memang tidak bisa memaafkan orang tersebut, janganlah sampai menyakitinya dan melukai hatinya. Cukup hati Anda saja yang terluka karena ulahnya yang gila.

Namun saya punya cara yang lebih menguntungkan untuk kedua belah pihak yang mana Anda tidak perlu untuk terus - terusan membencinya setiap hari. Sebab pekerjaan kita tidak hanya mengurusi dia saja. Masih banyak urusan yang lain, yang malah lebih penting ketimbang sekedar membenci orang itu.


Langkah - langkahnya adalah :

1. Perlahan lupakan apa yang mereka telah perbuat kepada Anda.

Saya menyarankan pada langkah pertama ini adalah memaafkan seseorang yang telah menyakiti hati kita. Karena menurut saya ini adalah langkah mujarab yang bisa menguntungkan untuk kedua belah pihak. Kalau ia masih membenci saya bagaimana ? Biarkan saja. Waktunya bisa - bisa habis hanya untuk bermain - main dengan kebenciannya kepada Anda itu.

Memaafkan juga diperintahkan dalam tiap Agama. Bahwa ada yang berbunyi begini, jadilah seseorang pemaaf diantara kalian, niscaya kamu adalah orang - orang yang lebih bagus akhlaknya daripada orang lainnya. Dan juga menjadi seorang pemaaf derajatnya lebih tinggi ketimbang dicap sebagai seorang pembenci.

Susah memang memaafkan itu, namun apa salahnya kita untuk mencoba memaafkan orang yang telah berbuat salah kepada kita ? Saya pun kadang belum bisa memaafkan orang dengan waktu yang singkat.

2. Datangi, dan suruh ia minta maaf.

Cara selanjutnya adalah dengan mendatangi orang yang membenci Anda. Dan bicara baik - baik dengan ia yang intinya adalah minta maaf kepada Anda. Kalau ia tidak mau, maka sudah terlihat bahwa ia adalah seseorang yang keras untuk diajak berteman lagi. Biarkan saja ia membenci Anda. Dan orang - orang akan mencap ia sebagai seorang pembenci yang tidak mau memaafkan orang lain.

Bukannya gila maaf, namun disini kita mencoba untuk melihat reaksi mereka yang telah membenci kita, apakah mereka benar - benar membenci kita dan tidak bisa memaafkan atau hanya sekedar ikut - ikutan orang lain.

Dari sinilah keberanian kita juga diuji. Untuk melihat bagaimana sikap mereka yang sebenarnya terhadap kita.

3. Permainkan perlahan, tapi jangan sampai ketahuan.

Langkah yang satu ini memang sedikit nyeleneh dan jahat. Tapi yah salah siapa sendiri sudah dimaafkan kok malah ngelunjak. Yaudah kita permainkan saja ia supaya ia benar - benar malu sendiri di hadapan orang banyak.

Caranya adalah coba untuk mengetahui kelemahannya dan mulai pembicaraan di hadapan orang banyak yang mana diantaranya ada si dia.

Coba ulas mengenai sikapnya terhadap mantannya atau hal - hal aneh seperti suka ngupil sembarangan atau yang lain yang mana itu ditujukan dengan nama orang lain bukan nama dirinya. Biar saja ia merasakan sendiri itu sindiran untuk siapa.

Oh yah, kalau mau yang lebih frontal, langsung buka aibnya di hadapan banyak orang juga. Tapi jangan di belakangnya. Urusannya malah lebih berat. Biarkan langsung di hadapan matanya. Atau cara lain yaitu ancam dia untuk diam dan menerima permintaan maafmu atau kita mempublikasikan aibnya dia. Coba saja jangan takut. Anggap saja ini sebagai tantangan untuk melawan kesok - sokan dia.

4. Dapatkan informasi sebanyak - banyaknya mengenai pribadinya.

Media sosial adalah terbukanya informasi privasi dari seseorang. Baca artikel Kalau tahu besok sudah tiada, apa saya sempat mengunci akun media sosial saya ? juga. Dan media sosial adalah akses untuk mendalami cerita hidup dari seseorang.

Misalkan saja Facebook, media sosial paling ramai untuk mayoritas rakyat Indonesia. Dan dari sini, Anda bisa melihat lebih dalam sosok dia itu bagaimana. Bisa Anda lihat di grup yang ia ikuti ataupun status yang ia pasang. Sosok sebenarnya dari dirinya bisa saja Anda lihat di bagian tentang profilnya juga. Dan dari informasi pribadinya juga, Anda bisa meretas akun Facebooknya untuk dijadikan bahan keusilan selanjutnya.

Ini adalah salah satu cara halus untuk membalas semua perbuatannya yang menyakiti hati kita. Dan untuk tutorialnya bisa Anda cari di Google dengan keywords, "How to Hack Facebook Account 2016", "Cara menghack akun fb", "Hack akun fb" atau dengan kata kunci lainnya.

5. Mencoba menyadarkannya.

Coba untuk membacakan sebuah ayat yang berisikan perintah untuk saling memaafkan ataupun tidak membenci orang lain. Kalau ia tetap bersikukuh membenci Anda, yaudah kembali ke cara ke-3.

Malah dibilang sok jadi penceramah ? Tambahkan satu ayat lagi yang makin menyudutkan dia. Pakai aplikasi android yang bertemakan Agama untuk mengartikannya ke dalam bahasa Indonesia agar mudah dipahami olehnya.

6. Jadi pahlawan kesiangannya.

Ketika ia ditimpa sebuah masalah (bukan saat ulangan!), tolonglah ia dengan ikhlas dan tidak mengharapkan imbalan atas pertolongan tadi. Atau hal sederhana saja, kita coba untuk mengikuti langkah ke-4 dan jadi pahlawan untuk mengembalikan akun Facebooknya. Padahal kita sendiri yang ngehack. Hahaha *ketawa jahat*.


Langkah ini bukanlah berbuat baik dengan pamrih. Namun tujuannya adalah satu, untuk menyadarkan ia bahwa pahlawan itu bukan untuk dibenci. Pahlawan itu sebenarnya untuk dikenal, dihormati dan dikasihani. Namun bila masih tetap saja membenci Anda, jangan langsung kembali ke langkah 3 namun kita kembali lagi ke langkah pertama, yaitu Perlahan lupakan apa yang mereka telah perbuat kepada Anda.

Baiklah itu saja yang bisa saya bagi sedikit langkah cupu untuk mengatasi orang - orang yang benar - benar cupu. Jawabannya adalah janganlah jadi seorang pembenci, tapi sebagai penyampai kebenaran. Meskipun hanya memaksakan sedikit. Intinya tujuannya kan menuju kepada sesuatu yang benar. Begitu. 

Bisakah Anda tidak mencoba langkah - langkahnya meskipun hanya langkah yang pertama saja ?

Friday, September 16, 2016

Kalau tahu besok sudah tiada, apa saya sempat mengunci akun media sosial saya ?

Media Sosial sudah dianggap sebagai terbukanya informasi pribadi kepada publik secara terang - terangan. Namun, di Media Sosial juga terkadang kita masih memiliki sebuah privasi yang uniknya kita tidak tahu kalau hal itu juga bisa dilihat oleh orang lain, terutama developer Facebook sendiri. Privasi itu bisa berupa informasi pribadi, video - video NSFW (Not Safe for Work), atau bahkan password kartu kredit dan hal privat lainnya.


Lalu, pernahkah kita kepikiran bahwa terkadang suatu saat kita juga bisa mati secara tiba - tiba dan informasi privasi tadi benar - benar bisa diakses oleh orang lain. Mungkinkah bisa kita titipkan media sosial kita kepada orang - orang yang benar bisa kita percaya ? Misalkan saja keluarga kita, istri kita, atau bahkan pengurus warisan kita.

Yah tapi pada saat saya masih hidup, semuanya masih sebuah privasi. Bukan untuk saya serahkan kepada orang lain atau saya pamerkan kepada publik. Hal itu malah merugikan saya kalau begitu.

Lah lalu saya harus bagaimana ?

Oke. Begini. Saya mau ngebagiin trik cupu dari media sosial besar seperti Facebook dan Google yang mana mereka sudah menyediakan hal ini yang bahkan kita tidak sadar kalau ada fitur tersebut. Iya kan ?

Saya pun sebelumnya juga tidak begitu sadar dan tidak terlalu peduli karena saya masih hidup dan sehat - sehat saja. Namun ternyata Facebook dan Google benar - benar gila, mereka luar biasa, sudah bisa menebak apa yang akan terjadi setelah nanti saya meninggal. Mereka sudah memiliki fitur untuk menjawab pertanyaan kita untuk ke depannya. Luar biasa deh.

Jadi, Facebook mendukung ini semua. Anda dapat menetapkan teman untuk dapat mengelola akun Anda jika Anda mati. (Hei, semua orang, semua mungkin ingin melakukan hal ini. Hal ini memungkinkan mereka untuk melakukan hal-hal seperti menerima permintaan teman baru (untuk, katakanlah, memungkinkan anggota keluarga baru untuk melihat foto Anda), untuk menghapus foto, menerima tag baru, untuk mengirim pesan peringatan akhir, dll).

Dashlane (password manager) mendukung ini juga. Anda cuma menyiapkan kontak darurat. Mereka dapat meminta akses ke akun Anda dan Anda memiliki beberapa periode waktu (ditentukan oleh Anda) untuk mencegah akses ini.

Fitur Facebook yang sering terlihat di awal homepage juga bisa dijadikan alternatif untuk mengunci dan mengamankan privasi akun Anda, yaitu fitur Lupa Password. Yang mana kerabat Anda harus memiliki akses terhadap akun Google Anda saja misalkan. Dan bila Anda tidak memiliki akses Googlenya, tinggal verifikasi telepon saja. Beres. Cepat.

Sekarang, Anda tidak perlu lagi untuk bingung memikirkan sesuatu hal yang berat ketika menjelang kematian. Berbaring lah dengan santai dan ajarkanlah cara ini kepada keluarga terdekat yang Anda percaya. Bagaimana, sudahkah Anda mencobanya ?
Hey, kata orang bumi itu datar, lah kok bisa ? Baca selengkapnya Percayakah Kamu Dengan Bentuk Buminya NASA ?
Bergabung dengan kami